seminar cinta

bersama kang Setia Furqon Kholid

foto bersama

Panti asuhan subulussalam

Find Us

Universitas Bina Darma

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label dari anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari anda. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015



Salah satu hal yang tidak bisa dihindari saat berpuasa adalah menelan ludah. Ludah secara alami bisa berkumpul di mulut dan tertelan tanpa sengaja.

Ustaz Mohammad Rois dari Pesantren Daarut Taubah Harapan Jaya menjawab bahwa tidak ada ayat tentang hukum menelan ludah saat berpuasa. Namun karena produksi ludah tidak dapat dihindarkan maka menelan ludah tidak akan membatalkan puasa.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di surah Al-Baqarah ayat 185 yang menyebut Allah tidak menghendaki kesukaran bagi manusia,"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu".

Anggapan dibolehkannya menelan ludah saat berpuasa juga diperkuat dengan dalil dari
Ibnu Al-Qudamah dalam Al-Mugni "Apa yang tidak mungkin menjaga diri darinya misalnya menelan ludah maka tidak membatalkan puasa, karena menjaga hal ini bisa memberatkan"

Kendati demikian jika yang keluar berupa dahak ada baiknya segera dikeluarkan atau dibuang. "Menelan ludah bagi yang berpuasa tidak membatalkan, baik sedikit maupun banyak walau hal itu sering dilakukan, baik saat ada di masjid dan tempat-tempat lain. Lain halnya dengan dahak yang kental, maka hal itu sebaiknya keluarkan dan diludahkan di saputangan atau sejenisnya (tisu) jika ia sedang di dalam masjid," pungkas Ustaz Rois.

Puisi Bila Ramadhan Memanggil






puisi islami atau puisi rohani tentang puasa bulan ramadhan


PUISI BILA RAMADHAN MEMANGGIL
Bila Ramadhan memanggilmu
Mengetuk pintu hidupmu
Sambut ia sepenuh rindumu
Dekap ia sepenuh cinta
Dan biarkan jemari indahnya
Merengkuhmu dalam ampunan-Nya

Bila Ramadhan memanggilmu
Sambutlah ia bak tamu istimewa
Kenaglah kelopak hari-hari
Yang telah luruh berguguran
Kenanglah seumpama pertanda
Bagi engkau sang penerus pejalanan
Bersiaplah menjemput giliran
Bila tak lagi kau jumpai ia
Ramadhan di tahun depan

Bila ramadhan memanggilmu
Bersihkan hati dari segala dengki
Sucikan jiwa dari segala prasangka
Bersihkan raga dari segala dosa
Bila Ramadhan memanggilmu
Berlarilah menjemput panggilan-Nya

PUISI TENTANG PUASA DI BULAN RAMADHAN
Bila Ramadhan telah tiba.
Berubahlah semua suasana.
Semua muslim bersuka ria.
Menerima bulan Ramadhan yang mulia.

Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga.
Sore hari boleh kita berbuka.
Malam hari didirikan shalat malam.
Tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan bulan mulia.
Sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya.
Dapat mencapai kesucian dirinya.
Memperoleh pahala berlipat ganda.

Berpuasa sungguh mulia.
Walaupun berat dirasa.
Menahan makan sejak fajar.
Menahan diri dengan hati sabar.

Adzan maghrib telah terdengar.
Kita berbuka terasa segar.
Akhir malam makan sahur.
Tak lupa kita bersyukur.


PUISI TAUBAT DI BULAN RAMADHAN

Dulu tidak serajin ini
Shalat lima waktu,
Mengaji tadarus,
Melengkapi dengan shalat sunah
Hingga berdzikir disela kesibukan
Dulu acuh tak acuh
Bermain sampai lelah
Tidur pulas hingga pagi
Meninggalkan serangkaian shalat
Hingga mengucap kata-kata tak pantas
Sekarang berbeda
Bulan ramadhan mendapat berkah
Telapak tangannya dicuci bersih
Mulutnya dikumur bersih
Kotoran hidungnya mengilang bersih
Wajahnya cerah bersinar
Lengannya lembab bersih
Rambutnya basah dan segar
Telinganya terbasuh sejuh
Hingga kakinya dingin bersih…
Dan kembali ke jalan Allah
Di bulan suci Ramadhan ini

PUISI RAMADHAN SEDIH

Buku menangis
kala para pembaca
yang baru mencicipi sedikit ilmu
sudah merasa lebih pintar dari Tuhannya
Lalu berusaha merubah aturan pada kitab suci
dan mencoba membuat hukum sendiri
yang dirasanya lebih manusiawi
yang dianggapnya sesuai jaman kiwari
Padahal dia hanya berbekal sejimpit ilmu
tanpa bekal pengetahuan agama yang memadai
beraninya buat aturan sendiri
menganggap Tuhan hanya tahu masalalu
dan ayat-ayat sucinya tidak sesuai masakini.
Jadilah agama ditafsirkan sekehendak hati,
tanpa landasan yang jelas untuk dikaji,
malapetaka bagi seluruh negeri
bila ajaran mereka diikuti

PUISI RAMADHAN

Ya Allah Kau datanglah lagi Ramadhan buatku
Ketika kku masih saja tak mampu mensyukuri Ramadhan-Mu yang lalu
Hari-hari-Mu masih saja ku lalui
Tanpa isi
Tanpa makna
Tanpa syukur
Bahkan dengan sikap takabur
Kadang kami masih saja lupa bahwa Engkau penentu
Kadang kami masih merasa kebenaran itu hanya punyaku
Yang lain bukan makhluk-Mu
Yang lain bukan umat-Mu

Dalam doaku
Sering ku memaksa
Seolah ku yang lebih tahu dari-Mu Sang Maha Tahu
Doaku bukan harapan, tapi keharusan
Dan ketika ada satu yang tak Kau kabulkan
Seolah hilang seluruh nikmat yang kau limpahkan

PUISI INDAH RAMADHAN

Ada sekuntum hari
Wanginya mengharumi bumi
Saat itulah kemurahan sang Khalik berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup

Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfirah
Gerincingnya dzikir dan tadarus
Tepiannya doa lemah lembut, llirih dan pasrah
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
Karena dengan lapar dan haus
Kita lebih bias menyadari bahwa kita tak berpunya
Bias lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Diantara keMaha luasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih

PUISI RAMADHAN CINTA KARENA ALLAH


Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan langit dan bumi

Jangan percaya
Dengan kata-kata bijak
Tapi percayalah firman Allah yang Maha Benar

Jangan masukkan namaku dihatimu
Tapi masukkan nama Allah hingga hatimu tenang

Jangan sedih jika cintamu didustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
Yang memiliki cinta yang sejati nan abadi

Ya Allah Yang Maha Rahman dan Rahhim
Jangan jadikan hatiku batu yang engeras
Hingga lupa akan rahmatmu .


PUISI RAMADHAN USAHA DAN DOA

Bila kiamat telah tiba
Ditanganmu masih tergenggam bibit kurma,
Tak usah ragu menanamnya
Karena Allah tak melihat hasilnya
Tetapi melihat usaha yang kita kerahkan
Karena Allah menghargai daya upaya
Asal sesuai dengan petunjuk-Nya

Kekang nafsu dengan puasa
Disiplin diri jalani aturan-Nya
Sebagai bukti usaha keras kita
Untuk tunduk pada perintah-Nya

PUISI RAMADHAN KUNANTI HARI FITRI

Lantunan doa mengalir sekujur darah
Melekat sungguh lekat
Pejamkan mata menyusup makna
Resapi bagian terkecil kehidupan
Teringat setitik hina dan seluas pandangan dosa
Terkeruk pasrah sucikan diri
Aduhai ringan tubuh ini
Melayang lepas tinggalkan bait-bait pahit
Malam hilang terbitlah sang fajar
Mencerahkan gelap dengan dinginnya embun
Kunanti hari fitri itu
Penuh harap kan fitrah diri


PUISI RAMADHAN CITA CITA DAN HARAPAN

Ketika semua gelap
Segala upaya telah dilakukan
Otak lelah dipera habis-habisan
Kerja keras hingga kaki terasa jadi tangan
Dan tangan terasa jadi kaki
Tapi hasil tak kunjung beremi
Secerca harapan tak jungan mengunjungi
Semua terasa sia-sia
Dan kehancuran terasa di depan mata

Disitulah iman kita dicoba
Tidak akan berputus asa
Atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa
Kecuali orang-orang yang imannya sirna
Teguh berharap Rahmat Allah Yang Esa
Bagi orang yang imannya tertancap kuat di dada

Cerita Lucu



Cerita Lucu RamadhanCerita Kocak Bulan Puasa. Sebagai salah satu hiburan di bulan puasa ini, kembali saya berbagi cerita kocak lucu banget special ramadhan.
Karena berhubungan sekarang bertepatan dengan bulan puasa, maka cerita lucu gokil ini pun berhubungan dengan puasa ramadhan. Dimana dalam cerita ini dikisahkan seorang anak kecil yang menjalankan ibadah puasa ramadhan, namun ketika jam menunjukkan angka 3 sore, anak kecil tersebut sudah tidak sabar menahan lapar.
Akhirnya anak kecil ini pun berinisiatif memutar jam ke angka 6 dengan maksud untuk berbuka puasa secepatnya, dan tindakan itu pun di dukung oleh orang tuanya. Bagaimanakah cerita selengkapnya?
Pesan Sponsor
Silakan simak saja, cerita lucu kocak banget special Ramadhan berikut ini.
Pada suatu hari di bulan ramadhan, ada seorang anak tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya.
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa sich?”
Bapak : “Jam 6, sabar dong” Jawab bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 3 terus”
Bapak : “Emang knp?”
Anak : “Kan pengen cepet buka puasa pak…, apa kita putar aja jamnya biar jam 6?”
Bapak : “Ya udah…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 6.
Anak : “Pak…udah jam 6 tuh, buka puasa yok…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…” Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan masjid udah?”
Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga dan masjid juga??”
Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam kecamatan.”
Itulah cerita lucu kocak banget special bulan ramadhan yang dapat saya share pada kesempatan ini. Jika Anda mempunyai cerita atau kisah ramadhan yang lucu, gokil dan kocak, silakan bisa di share disini.
Semoga cerita singkat ini dapat menghibur para pembaca semua, dan marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, di bulan suci ini.